Home Top Ad

Bandung - Kasus miras oplosan di Cicalengka Bandung pada April 2018 membetot perhatian publik. Puluhan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat,...

Miras Racikan Big Bos Menewaskan 47 Orang

Bandung - Kasus miras oplosan di Cicalengka Bandung pada April 2018 membetot perhatian publik. Puluhan warga Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mati sia-sia akibat menenggak miras racikan Sansudin Simbolon.



Total korban tewas mencapai 47 orang. 37 orang tewas di RSUD Cicalengka, tiga orang di RSUD Majalaya dan tujuh orang di RS AMC Cileunyi. Sang big bos miras tersebut ditangkap dan divonis penjara seumur hidup.

Berikut kronologi kasus miras maut tersebut:

Hari Minggu, 8 April Puluhan warga berkumpul di halaman RSUD Cicalengka. Pemandangan ini jarang terjadi, usut punya usut puluhan warga yang berdatangan ke rumah sakit itu untuk mengantarkan anggota keluarganya yang keracunan miras oplosan berjenis ginseng.

Satu persatu ambulans keluar membawa mayat yang merupakan korban miras oplosan. Tangisan dari orangtua korban tak terbendung, ada yang menangis sambil duduk di kursi, bersandar ke dinding dan memeluk anggota keluarganya.

"Meninggal 11 orang, masih ada beberapa yang kritis dan beberapa orang yang dirawat," kata Humas RSUD Cikopo Cicalengka Evi Sukmawati di Ruangan UGD.

Sementara itu, salah satu korban selamat, Tobi (18) mengatakan, ia menenggak miras oplosan jenis ginseng tiga botol dan satu botol miras bersama dua temannya Iwan (28) dan Tatang (32) di dekat Pom Bensin Lingkar Nagreg.

Mendapati banyak korban, puluhan warga langsung menggeruduk sebuah kios minuman keras (miras) yang milik Sansudin Simbolon yang berada di Jalan Raya Bandung-Garut, Cicalengka. Empat toko miras yang ada di sepanjang jalan itu langsung ditutup polisi.

Kemudian pada hari Senin, 9 April Korban miras maut mencapai 23 orang. Jumlah tersebut terdiri 20 orang di RSUD Cicalengka dan 3 orang di RSUD Majalaya. Rata-rata yang mengkonsumsi barang haram ini adalah para remaja dan meminumnya dengan cara dicampurkan miras jenis lain.


Direktur Umum RSUD Cicalengka Yani Sumpena menjelaskan pada 6-9 April tercatat 45 pasien dengan keluhan yang sama masuk ke RSUD Cicalengka. Menurut dia, dari jumlah tersebut ada empat pasien yang pulang paksa atas permintaan sendiri.

Tiga korban miras lainnya meninggal di RSUD Majalaya. Identitas tiga orang tewas yaitu Gilang, Herdiana dan Murdianto. "Ada enam pasien yang dirawat di RSUD Majalaya. Tiga orang meninggal," ujar Direktur Umum RSUD Majalaya Grace Mediana.

Kemudian hari Selasa 10 April Dina Mariana (29) menjadi salah satu korban wanita yang tewas dalam insiden miras maut. Dina tewas setelah menenggak miras maut bersama teman-temannya.

"Saya tidak tahu, Dina meninggal kenapa, saya tahunya setelah Dina sudah masuk rumah sakit dan kondisinya sudah parah," kata Anih, ibu kandung Dina, saat ditemui di rumahnya di Kampung Warung Peuteuy, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Sabtu (8/4), dari informasi yang diketahui Anih, anaknya itu sempat bermain dengan teman-temannya ke daerah Cikaledong untuk ngaliwet.

Menurutnya, usai tenggak empat botol miras sekaligus bersama dua orang temannya efeknya memabukkan. "Berselang dua hari, pas Hari Senin (9/4), pusing dan sakit perut," ujar Tobi.

Tobi mengaku bersyukur karena nyawanya dapat selamat dari minuman maut itu. Karena Iwan saat ini masih dirawat secara intensif dan Tatang sudah meninggal dunia.

Pada Hari Rabu, 11 April  Total korban tewas dalam insiden miras maut mencapai 47 orang. Korban selamat lebih dari 300 orang yang sebelumnya dirawat di RSUD Cicalengka, RSUD Majalaya dan RS AMC Cileunyi. Mendapati kejadian itu Bupati Bandung mengaku geram. Dia pun tak segan-segan menindak tegas otak pelaku peredaran minuman laknat tersebut.

"Tunjukin tempat-tempatnya! Saya hukum yang jual. Setuju? Hukum masyarakat dan hukum pidana harus ditegakkan, kita cari otak dan dalang siapa yang mengoplosnya, harus sampai ke akarnya. Gak boleh dibiarkan seperti ini," kata Dadang saat berbincang dengan tokoh masyarakat di RSUD Cicalengka.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan miras yang diminum puluhan warga Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, mengandung metanol dan alkohol. "Gejala awalnya (yang tenggak miras itu), menurut dokter, sesak nafas kemudian mual. Setelah mual, muntah-muntah terus nafas abis," ujar Agung.

Sumber : DetikCom
Game Situs Domino QQ Online terpercaya


0 coment: