BERITA TERKINI

Home Top Ad

Berita Terkini - Cabang tunggal Esports Piala Presiden 2019 di Studio Metro TV, Mobile Legends sudah mempertandingkan dan menemukan juara r...

Berita Terkini - Cabang tunggal Esports Piala Presiden 2019 di Studio Metro TV, Mobile Legends sudah mempertandingkan dan menemukan juara regional dari Palembang, Denpasar, Surabaya, Makassar, Solo, dan Manado. Tinggal dua regional lagi yang akan bertandang pada akhir pekan ini untuk sama-sama bertanding di ajang grand final.

Esports Piala Presiden

Kamu yang suka bermain Mobile Legends tentu tak mau ketinggalan nonton langsung pertandingannya bukan? Dukung jagoanmu mu dari Region Pontianak dan Region Bekasi pada 2-3 Maret 2019 untuk jadi juara. Kamu bisa berikan dukungan dengan cara ikut nobar menyaksikan pertandingan secara live di studio Metro TV. Caranya mudah, pastikan kamu sudah memiliki aplikasi Sakuku di handphone mu.

Nobar Esports Piala Presiden

100 peserta tercepat yang mengisi form berikut ini akan diundang ke acara nobar e-Sport Piala Presiden, dan akan dibagi menjadi 50 peserta dihari pertama dan 50 peserta dihari kedua. Ayo, jadi saksi pertandingan Mobile Legend ter-legend di tahun ini! Biar lebih jelas, yuk baca syarat dan ketentuan berikut ini :

Buat kamu yang tidak berkesempatan menonton secara live di Studio Metro TV, jangan dulu sedih. Kamu bisa dukung jagoanmu lewat live stream di akun Facebook GoodLife BCA. Yuk kita ramaikan dan beri semangat mereka.

Simak jadwal pertandingan dan live streamnya weekend ini di akun Facebook GoodLife BCA:

Kota Tanggal Waktu
Region Pontianak 2 Maret 2019 13.00 - 15.00 WIB
Region Bekasi 3 Maret 2019 13.00 - 15.00 WIB

Kompetisi ini terbuka bagi setiap orang yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:


  1. Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Bertempat tinggal di Wilayah Republik Indonesia.
  3. Memiliki kartu identitas diri yang masih berlaku (Kartu Pelajar/KTP/SIM/Paspor) yang wajib diperlihatkan pada saat registrasi ulang.
  4. Memiliki akun Facebook, Twitter, dan Instagram.
  5. Harus mendownload dan meregistrasi SAKUK di Handphone


Ketentuan Lainnya : 

Seru bukan? Ayo manfaatkan ragam promosi dari Bank BCA. Informasi lanjut hubungi Halo BCA 1500888 atau cukup mention akun Twitter: @HaloBCA.

Untuk Form Nobar Final Piala Presiden 2019 klik disini

Berita Terkini - Bisingnya Politik Kita saat politik kita tengah berada pada situasi yang sangat genting dan bising, baiknya kita kembali m...

Berita Terkini - Bisingnya Politik Kita saat politik kita tengah berada pada situasi yang sangat genting dan bising, baiknya kita kembali membaca kemudian merenungkan apa yang pernah diucapkan oleh Bung Karno. "Perjuanganku lebih mudah melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan bangsamu sendiri".


Dahulu kita mungkin tidak akan membayangkan kemungkinan perkataan tersebut. Namun, jika kita melihat dengan jernih realitas politik hari ini, maka kemungkinan besar benar adanya. Bisa saja Bung Karno telah melihat tanda-tanda bagaimana ada tabiat yang tidak biasa dalam masyarakat politik kita.

Aktivitas politik kita dewasa ini sangatlah jauh dari jati diri kebangsaan Indonesia yang menjunjung tinggi kesantunan, kedamaian, dan persatuan. Justru kebencian, fitnah, dan amarah dalam rupa sumpah serapah yang terus dihamburkan di ruang publik oleh elite politik dan kolega.

Nafsu untuk menjaga basis massa pendukung agar tetap loyal tampaknya telah membuat buta dan tuli para elite, bahwa massa di luar dua arus besar pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden serta partai koalisi, masih terdapat "massa kritis" yang semakin muak dengan teater politik yang disuguhkan.

Bisingnya Politik Kita

Apalagi, proses kontestasi pemilihan umum tahun ini sepertinya telah dihargai sebanding dengan hidup dan mati. Hal ini dibuktikan dengan terus menguatnya fanatisme buta dan kebencian politik yang menyertai. Perjanjian damai yang disepakati oleh para calon kontestan di hadapan penyelenggara pemilihan umum dalam praktiknya lebih sering dilanggar daripada dipatuhi. Sentimentalitas politik berbasis rasialis menunjukkan tren yang terus menguat di tengah masyarakat politik kita.

Politik yang Sakit

Pengekangan ekspresi dan partisipasi dalam politik yang terjadi pada masa Orde Baru kini telah lenyap. Ekspresi politik dapat disalurkan lewat media, juga dalam bentuk macam apa saja, dan partisipasi politik terus melonjak tinggi berkat sistem yang menunjang --terlepas dari apapun bentuk maupun pengertian dari ekspresi dan partisipasi tersebut, entah itu merusak atau membangun.

Di balik fakta itu, sekilas, sesungguhnya terdapat kebaikan yang patut disyukuri. Apatisme yang selama ini menjadi hantu dalam setiap gelaran pemilihan umum kini diganti dengan dengan semangat yang menggebu-nggebu. Sayangnya, semangat positif tersebut masih tersangkut pada fakta bahwa partisipasi politik yang tinggi tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas pemilihan umum itu sendiri.

Harapan masyarakat terhadap aktivitas politik yang sehat sepertinya akan sulit terwujud dalam waktu dekat. Alih-alih memperbaiki dan menyembuhkan kondisi, yang terjadi justru dikembangbiakkannya secara massal praktik aktivitas politik yang cacat. Terbukti tatkala para lakon politik yang terus berupaya menghidupkan aura permusuhan di tengah-tengah masyarakat untuk menjaga basis suara dukungan.

Bisingnya Politik Kita

Sebab itulah, pada akhirnya ruang publik terbelah menjadi dua kelompok dominan dengan sikap yang seolah-olah telah final, antara memuja-muji kepada calon idola atau sumpah serapah untuk kandidat seberang.

Penyakit yang tengah menjangkiti politik kita hari ini tidak boleh terus dibiarkan dan dimaklumi sebagai realitas politik. Sudah cukup, tindakan saling lapor, saling membuka aib, saling menghina, dan saling memprovokasi saudara sendiri. Sampai yang paling disesalkan adalah ketika ada penolakan pemakaman jenazah di tanah kelahirannya karena berbeda pilihan politik.

Benar-benar politik kita hari ini sangatlah terasa bising di telinga karena yang terdengar dan bertebaran adalah ujaran kebencian, kemarahan, dan fitnah.

Menguatkan Arus Ketiga

Mengacu pada hasil-hasil survei politik yang telah dipublikasikan, beberapa dari kita pasti masih ada yang mau untuk bersepakat dan taat terhadap komitmen untuk menciptakan situasi dan kondisi pemilihan umum yang damai.
Kita yang dimaksud di sini adalah orang-orang di luar dua kubu besar gerbong politik. "Massa kritis" ini bagaikan pendar cahaya yang menjadi sumber optimisme, bahwa masyarakat akan lekas sembuh dari sakitnya: fanatisme buta, kemarahan, dan kebencian. Sebab, mustahil menaruh harapan kepada "mereka" yang sudah terpapar fanatisme buta dengan seperangkat amunisi prasangkanya.

Ketiadaan teladan dalam arena politik nasional hari ini ditengarai menjadi akar permasalahan atas kemelut yang terjadi. Publik masih kesulitan untuk menemukan teladan ideologis dan teladan elite yang memiliki pandangan tidak sekadar menang-kalah dalam pemilihan umum. Sosok yang mampu menanggalkan beratnya egoisme politik.

Bisingnya Politik Kita

Sesungguhnya, sosok teladan maupun pelopor perdamaian di arena politik berpotensi besar lahir di antara "massa kritis" ini. Yakni, mereka yang belum --bahkan tidak (boleh)-- terseret arus: mahasiswa, akademisi kampus, dan pegawai negeri sipil. Ketiganya adalah penjaga kesehatan masyarakat politik yang sesungguhnya.

Baik mahasiswa, akademisi kampus, dan pegawai negeri sipil saat ini sangat perlu untuk mencipta-kuatkan arus ketiga dalam kontestasi pemilihan umum. Menjadi arus idealis yang memoderasi dua arus dominan yang sudah terlebih dahulu diciptakan oleh oligarki politik.

Arus tersebut berkewajiban menahan gejolak konflik politik sambil menumbuhkan dukungan dan apresiasi politik sebagai bagian dari kedewasaan politik. Mengkampanyekan hal-hal positif dan produktif di tengah perdebatan kontraproduktif sebagai ikhtiar menumbuhkan kesadaran, bahwa kedamaian berkehidupan bersama jauh lebih berharga dari apapun, termasuk kekuasaan politik.

Moch Sholeh Pratama Ketua BEM FIB Universitas Airlangga Surabaya, Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah

Berita Terkini - Pesawat tak selalu bebas dari gangguan binatang. Sejumlah binatang berbahaya pernah muncul di dalam pesawat dan bikin kage...

Berita Terkini - Pesawat tak selalu bebas dari gangguan binatang. Sejumlah binatang berbahaya pernah muncul di dalam pesawat dan bikin kaget penumpang.



Lagi asyik duduk di pesawat, pastinya tidak nyaman kalau tiba-tiba ada hewan mengerikan atau bahkan menjijikkan muncul. Terlebih kalau pesawat tengah mengudara dan traveler tak bisa leluasa kabur.

Pesawat pun tak jarang harus mendarat darurat jika ada kemunculan hewan yang mengganggu. Jumat (15/2/2019), berikut ini 7 hewan yang pernah muncul di pesawat:

1. Kelelawar

Kejadian yang satu ini bikin heran penumpang pesawat Delta dari Wisconsin menuju Delaware di AS, pada 2011 lalu. Saat penumpang lagi asyik duduk di pesawat, ada seekor kelelawar terbang berulang kali di dalam kabin.

Hal ini tentu mengganggu penerbangan. Para penumpang pesawat akhirnya menangkap kelelawar dan menguncinya di dalam kamar mandi.

2. Kutu kasur

Februari 2011, penumpang British Airways mengaku digigit kutu kasur yang ada di dalam pesawat dan mengakibatkan iritasi. Parahnya, kejadian ini bukanlah yang kali pertama ia alami saat menumpang pesawat British Airways, tapi sudah dua kali. Penumpang itu pun melaporkan British Airways karena dianggap tidak becus membersihkan kabin.

3. Kecoa

Munculnya kecoa tentunya menjadi hal yang tidak diinginkan di pesawat. Namun kecoa sungguhan pernah muncul di kabin pesawat AirTan tujuan Charlotte-Houston, AS pada November 2011 lalu.

Pasangan traveler yang melihat hewan dengan bau tak sedap itu melaporkannya ke awak kabin. Menurut pengakuannya, si kecoa muncul tiba-tiba dan merangkak keluar perlahan dari kabin penyimpanan barang di dalam pesawat.

4. Belatung

Belatung biasanya terlihat di sekitaran bangkai atau sampah yang membusuk. Tentunya bakalan seperti mimpi buruk jika menemukan belatung pada makanan. Hal ini pernah sungguhan terjadi pada Maret 2012.

Seorang traveler wanita mengaku menemukan belatung pada makanan yang diberikan maskapai Qantas. Saat itu ia tengah berada di pesawat dari Los Angeles menuju Melbourne. Pihak Qantas segera meminta maaf dan menawarkan uang ganti rugi dengan mengembalikan setengah harga tiket pesawat.

5. Lebah

Masih di tahun 2012, sebuah pesawat Delta tak jadi terbang dari Pittsburgh ke Bandara Internasional John F Kennedy New York gara-gara lebah. Ketika itu pesawat sebenarnya sudah akan lepas landas, tapi secara tiba-tiba ribuan lebah datang dan berkumpul di bagian sayap pesawat.

Penerbangan pun ditunda 20 menit untuk mengusir seluruh lebah dari sayap pesawat. Kemudian, barulah penerbangan dilanjutkan.

6. Ular

Ada banyak kejadian ular yang muncul di dalam pesawat. Salah satunya di tahun 2013, penerbangan Qantas QF21 dari Sydney ke Tokyo terpaksa delay karena ditemukan ular di dalam pesawat. Panjangnya 20 cm dan ditemukan sedang bergulung di pintu pesawat.

Sesuai prosedur keselamatan penerbangan, semua penumpang harus dievakuasi dan seluruh isi kapal diperiksa. Siapa tahu ada ular lagi di bagian lain pesawat.

Kemudian tahun 2016, ular di pesawat kembali terjadi. Ular berwarna kehijauan yang cukup besar muncul di pesawat Aeromexico dengan nomor penerbangan 231, tepatnya dari langit-langit salah satu bagasi penumpang.

Pilot pun segera bersiap mendarat darurat, sementara para penumpang berhasil menangkap ular dengan selimut dan majalah yang ada. Untungnya tak ada korban cedera akibat kemunculan hewan melata ini.

Selain itu, ular juga pernah muncul di pesawat Ravn Alaska yang tengah terbang dari Desa Aniak ke Kota Anchorage. Reptil yang ditemukan oleh penumpang anak-anak itu berwarna kuning pucat. Hewan tersebut kemudian ditangkap awak kabin dan dimasukkan dalam plastik sampah sampai pesawat mendarat dengan selamat di Anchorage.

7. Kalajengking

Yang terbaru dan bikin heboh, yaitu kalajengking merayap di kabin pesawat Lion Air JT-293 dengan rute Pekanbaru-Jakarta. Hal itu terjadi Kamis (14/2) kemarin. Ketika pesawat sudah mendarat, kalajengking ini keluar dari kabin tempat penyimpanan barang yang dibawa penumpang.

Kalajengking yang merayap di dalam kabin pesawat Lion Air itu tak sempat dimatikan alias dimusnahkan. Satwa melata berbisa itu kemudian menghilang dalam kabin.

Dalam informasi dari pihak Lion Air, petugas layanan darat (ground handling) dan teknisi segera menjalankan penanganan mendalam serta menyeluruh pada pesawat setelah penumpang maupun kargo selesai diturunkan. Namun, kalajengking tersebut tidak ditemukan.

Berita Terkini - Sudah tidak asing lagi nama Reva Alexa seorang Selebgam yang cukup tekenal di Instagram baru-baru ini ditangkap terkait ka...

Berita Terkini - Sudah tidak asing lagi nama Reva Alexa seorang Selebgam yang cukup tekenal di Instagram baru-baru ini ditangkap terkait kasus narkoba di rumahnya. Dia ditangkap bersama teman prianya, salah seorang Fotomodel Iwan Kurniawan.


"Tersangka kedua Iwan Kurniawan (fotomodel majalah)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu (6/2/2019).

Reva dan Iwan ditangkap di Perumahan Taman Beverly Golf, Jalan Danau Belinda No 12 Karawaci, Kota Tangerang. Dari keduanya, polisi menyita barang bukti 0,28 gram sabu.

Saat ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Polisi akan merilis kasus ini pada Kamis (7/2) besok.


Reva merupakan selebgram yang cukup terkenal. Dia juga menjadi model salah satu video klip.

Reva menjadi terkenal setelah diisukan sebagai transgender. Bahkan netizen menyebutnya sebagai 'adik' selebgram Lucinta Luna.

Berita Terkini - Terkait kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis, Polda Jatim akan melayangkan panggilan kepada delapan artis ...

Berita Terkini - Terkait kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan artis, Polda Jatim akan melayangkan panggilan kepada delapan artis lagi. Siapa saja artisnya?


Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut inisial delapan artis tersebut. Mulai dari SR, GM, CSA, EVL, RB, MS, HKK, hingga DP. Inisial delapan nama ini pun berbeda dengan inisial 21 nama yang sudah dibeberkan Luki beberapa waktu lalu.

"Dari Dirkrimsus ada surat panggilan untuk delapan orang pada tanggal 7 Februari 2019. Inisialnya SR, GM, CSA, EVL, RB, MS, HKK dan DP," kata Luki saat dikonfirmasi wartawan di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (6/2/2019).

Sebelumnya polisi telah memeriksa tiga artis yang diduga terlibat prostitusi online. Ketiganya yakni mantan finalis Puteri Indonesia Fatya Ginanjarsari, selebgram Aldira Chena, hingga pemain sinetron Riri Febrianti.

Sementara saat ditanya terkait dua DPO muncikari, Luki mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan pengejaran. Pasalnya Luki mengaku polisi cukup kesulitan karena dua DPO itu telah berganti-ganti nomor.

"Kami masih cari beberapa target sudah ganti nomor. Kami agak kesulitan tapi kami akan berusaha," lanjut Luki.

Sebelumnya, Luki Hermawan menyebut ada 45 artis dan 100 model yang terlibat kasus prostitusi online artis. Diketahui, ada enam artis yang telah disebutkan namanya yakni Maulia Lestari, Riri Febrianti, Aldira Chena, Fatya Ginanjarsari, Baby Shu hingga Tiara Permata Sari.

Selain itu, Luki juga memaparkan inisial beberapa artis yang diduga terlibat prostitusi online. Total, ada 21 nama lain yang dibeber jenderal dua bintang ini. 21 inisial nama artis tersebut yakni BJ, M, AM, UY, PP, TA, SN, WA, RP, M, EFD, AF, G, N, O, V, NZ, T, AKS, B, WH.

Berita Terkini  - Ahmad Dhani, terdakwa kasus cuitan ujaran kebencian dipindah penahanannya ke Rutan Medaeng, Surabaya, Jawa Timur. Pemindah...

Berita Terkini - Ahmad Dhani, terdakwa kasus cuitan ujaran kebencian dipindah penahanannya ke Rutan Medaeng, Surabaya, Jawa Timur. Pemindahan dilakukan karena Ahmad Dhani akan menjalani sidang di Surabaya dalam perkara pencemaran nama baik.


"Ahmad Dhani dipindah hari ini. Surat-surat sudah lengkap," ujar Karutan Cipinang, Oga Darmawan, Rabu (6/2/2019).

Pihak pengacara sebelumnya sudah mendapat kabar rencana jaksa pada Kejari Surabaya meminjam alias bon tahanan. Ahmad Dhani dijadwalkan menjalani sidang perdana kasus pencemaran nama baik pada Kamis (7/2).

Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara karena penyebaran cuitan ujaran kebencian di akun Twitter miliknya. Setelah vonis hakim, Ahmad Dhani langsung dibawa ke Rutan Cipinang pada Senin (28/1).

Terkait kasus ujaran kebencian, pengacara Ahmad Dhani sudah mendaftarkan banding ke PN Jaksel.